"Deteksi dini keberadaan jentik nyamuk menjadi kunci utama dalam memutus rantai penularan penyakit tersebut. Dalam pelaksanaannya, kami mengutamakan peran serta aktif masyarakat secara mandiri sebagai Jumantik (Juru Pemantau Jentik) di rumah masing-masing," tutur Sahruna.
Lebih lanjut, dia mengatakan seluruh puskesmas di wilayah Jakarta Barat terus memantau angka insiden dan kecepatan penularan penyakit DBD secara berkala.
Petugas kesehatan di lapangan juga bergerak cepat melakukan Penyelidikan Epidemiologi (PE) pada setiap kasus yang ditemukan, sembari memperkuat Gerakan PSN 3M Plus.
"Puskesmas gencar melakukan pemantauan vektor atau jentik DBD di lingkungan permukiman yang dibarengi dengan peningkatan promosi kesehatan tentang bahaya DBD secara luas," imbuh Sahruna.