"Warga Kuningan asli, kan Kuningan itu urban ya. Justru dari Kuningan itu urban banyak yang ke kota-kota besar. Kurang lebih 40% lah warga Kabupaten Kuningan itu urban ke luar kota. Kalau dilihat dari wilayah tingkat kecamatan, dari 32 kecamatan itu di Kabupaten Kuningan, itu semuanya sudah ada HIV. Mayoritas itu di usia produktif," tutur Asep, Kamis (20/8/2026).
Data tersebut diperoleh dari hasil penjangkauan intensif yang dilakukan pegiat HIV dan LSM bersama Dinas Kesehatan terhadap kelompok rentan serta pengunjung tempat hiburan malam. Faktor utama penularan saat ini didominasi oleh perilaku seksual berisiko, termasuk berganti pasangan tanpa pengaman serta hubungan sesama jenis.
"Nah, yang melakukan penjangkauannya itu penggiat HIV atau LSM bersama puskesmas yang mendapatkan dana donor. Perlakuan itu yang menghasilkan data penemuan baru. Kalau yang sekarang trennya seksual. Ya, gonta-ganti pasangan dengan tidak menggunakan alat pelindung. Hubungan sesama jenis juga jadi penyebab," tutur Asep.
Meski pemetaan data sudah dilakukan, upaya penanggulangan di lapangan kini terbentur kendala klasik: keterbatasan anggaran dan kuatnya stigma sosial. Sejak dukungan dana donor terhenti, intensitas tes HIV berkala di lokasi-lokasi publik menurun drastis.