"Jadi, ketika melakukan kegiatan katakan kalau di kita biasanya 3 bulan sekali itu melakukan kegiatan tes HIV di kafe-kafe, di tempat hiburan, tempat wisata, di hotel, itu sering kita lakukan. Nah, pasca tidak didukung oleh dana donor dan daerah tidak bisa menyediakan anggaran tersebut, akhirnya kan terhenti. Stigma dan diskriminasi masih ada, SDM yang concern terhadap HIV AIDS tidak banyak," tutur Asep.

Mengingat ribuan kasus yang telah terdata, Asep mendesak agar HIV/AIDS tidak lagi dipandang sebagai hal tabu atau sekadar aib. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan isu ini sebagai tanggung jawab kolektif.

"Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kuningan menghimbau seluruh masyarakat dan pemangku kepentingan untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan serta memperkuat upaya pencegahan dalam penanggulangan HIV/AIDS di Kuningan. Peningkatan temuan kasus HIV harus menjadi perhatian bersama bukan hanya menjadi tanggungjawab pemerintah. Kondisi ini tidak boleh direspons dengan stigma maupun diskriminasi terhadap orang dengan HIV," pungkas Asep.