"Disusul berbarengan SD Balerante, kemudian SMK Muhammadiyah. Yang terakhir saya pulang tadi 24 orang di SMPN, di antaranya satu guru," ungkap Mustadi saat dimintai konfirmasi detikJogja siang ini.
"Itu data tadi sementara ya, kemungkinan bisa berkembang. Kemudian gejalanya ya mual, muntah," imbuh Mustadi.
Diketahui, kasus keracunan MBG juga terjadi di Sleman pada Selasa (1/9). Sejumlah siswa TK, SD, hingga SMA di wilayah Nyaen, Pandowoharjo, Sleman dilaporan mengalami gejala keracunan usai menyantap menu MBG sehari sebelumnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Sleman, Khamidah Yuliati, memaparkan ada 229 orang yang melapor mengalami gejala keracunan makanan.
"Update terkait KLB kerpang (keracunan pangan) di wilayah Kapanewon dan Puskesmas Sleman, berdasarkan data sementara, telah dilakukan pendataan terhadap 1.110 responden dan ditemukan 229 orang dengan keluhan kesehatan," ujarnya saat dihubungi, Kamis (3/9).