"Gejala yang paling banyak dilaporkan adalah sakit perut dan diare," sambung Yuli.

Meski begitu, Yuli masih belum merinci data tersebut, termasuk data per sekolah. Namun ia memastikan tidak ada siswa bergejala yang sampai dirawat inap di fasilitas kesehatan.

Yuli menambahkan, pemeriksaan sampel makanan masih terus dilakukan untuk mengetahui penyebab keracunan. Terhadap para siswa bergejala juga terus dilakukan pemantauan dan penanganan.

"Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman sedang melakukan penyelidikan epidemiologi terhadap dugaan keracunan makanan di wilayah kerja Puskesmas Sleman," terangnya.

"Penyebab masih proses pemeriksaan laboratorium dan analisis epidemiologi lanjutan masih berlangsung," pungkas Yuli.