"Masa awal masaknya jam 02.30 pagi dimakan jam 08.00 ya mesti sudah basi. Misalnya gitu," katanya.
Sultan juga mengingatkan agar pengelola memperhitungkan jumlah porsi yang harus disiapkan. Semakin banyak porsi yang dibuat, menurutnya, waktu memasak bisa semakin awal sehingga berpotensi memperpanjang jeda sebelum makanan dikonsumsi.
"Yang pakai kuah itu sudah sayub, karena makannya mungkin terlalu siang atau jaraknya panjang. Biasanya 50, 100 porsi itu sudah 04.30. Nek luwih seko 50 porsi terus mungkin jam 03.00, jam 02.30 kan makin-makin sayub," ucapnya.
Terkait adanya desakan agar program MBG dihentikan menyusul kasus keracunan, Sultan menilai penghentian program bukan menjadi solusi selama persoalan keamanan pangan dapat ditangani dengan baik.
"Kalau saya bukan disetop, asal bisa menangani yang baik sebetulnya enggak perlu disetop," kata Sultan.
Sultan menilai kasus keracunan tersebut bukan terjadi karena kesengajaan, melainkan lebih kepada kelalaian dalam proses penyimpanan dan pengolahan makanan.