NADIKABAR.COM — Lebih dari 200 orang terluka akibat tembakan senjata api dan sedikitnya 76 orang tewas di Amerika Serikat selama akhir pekan perayaan Halloween, menurut data para analis.
RIA Novosti, Senin, mewawancarai aparat penegak hukum dan melaporkan beberapa pesta Halloween pada akhir pekan lalu berakhir dengan banyak peserta harus dilarikan ke rumah sakit.
Pada 2026, Halloween, yang dirayakan setiap tanggal 31 Oktober, berlangsung pada Sabtu. Momen itu tergolong jarang karena terakhir kali Halloween pada akhir pekan terjadi pada 2020 dan baru akan terulang lagi di 2037.
Halloween dirayakan secara luas di Amerika Serikat, Sabtu (31/10), antara lain lewat parade di berbagai kota dan acara kostum berskala besar.
Menurut para analis dan laporan media, rangkaian insiden tersebut bermula pada Jumat pagi (30/10) di Tennessee, di mana seorang remaja membawa pistol ke sebuah sekolah menengah atas (SMA).
Tidak ada korban jiwa pada insiden tersebut, sementara remaja itu kini dijerat dengan tuduhan kepemilikan senjata api secara ilegal.
Kemudian, di sebuah kawasan di bagian selatan Chicago, seorang pria berusia 35 tahun ditembak hingga tewas saat terjadi pertengkaran. Rekaman dari lokasi kejadian di Chicago itu memperlihatkan sebuah rumah pribadi yang dihias untuk perayaan Halloween.