NADIKABAR.COM β€” Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid merespons peristiwa Batam blackout yang dilaporkan menyebabkan pemadaman listrik massal, gangguan pasokan air, hingga hilangnya sinyal telekomunikasi selama berjam-jam. Kejadian tersebut ramai diperbincangkan di media sosial.

Meutya mengatakan, pemerintah masih memantau perkembangan situasi di Batam. Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) juga tengah berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga (K/L) lain untuk memperoleh informasi lebih lanjut mengenai kejadian tersebut.

"Kita masih melihat kejadian di Batam ini, jadi kita belum dapat menyampaikan apa pun sambil tim kita berkomunikasi dengan lintas sektoral," ujar Meutya kepada awak media usai konferensi pers Bali Tech Week 2026, Selasa (13/10/2026).

Ia menegaskan, hingga saat ini belum ada kesimpulan yang dapat disampaikan pemerintah terkait peristiwa tersebut. Komdigi masih menunggu hasil koordinasi lintas kementerian dan lembaga sebelum memberikan keterangan lebih lanjut.

"Jadi untuk saat ini, belum dapat tercapai konklusi atau kesimpulan apa pun. Sekali lagi sampai tim kami berkoordinasi dengan tim dari K/L-K/L lainnya," ungkapnya.

Peristiwa Batam blackout menjadi perhatian publik setelah muncul laporan mengenai gangguan sejumlah layanan dasar secara bersamaan, mulai dari listrik dan air hingga jaringan telekomunikasi. Terputusnya layanan tersebut turut menjadi perbincangan warganet di media sosial.

Pemadaman listrik massal yang melanda Batam, Kepulauan Riau, Senin (12/10/2026), membuat warga kelimpungan. Tak hanya gelap hingga belasan jam, pasokan air bersih ikut terganggu, sementara sinyal seluler dan internet sulit diakses.

Kondisi tersebut memicu keluhan warga di media sosial. Sejumlah warga mengaku kesulitan beraktivitas, bekerja, hingga berkomunikasi karena listrik, air, dan jaringan telekomunikasi mengalami gangguan secara bersamaan.

Pemadaman dilaporkan terjadi sejak sekitar pukul 06.30 WIB dan berdampak pada sebagian besar wilayah Batam. Gangguan sistem interkoneksi kelistrikan Batam-Bintan juga berimbas ke Tanjung Pinang dan Bintan.

Keluhan warga bermunculan di media sosial dan status WhatsApp sepanjang pemadaman. Ada yang mengeluhkan ponsel kehabisan baterai, sulit mendapatkan sinyal, hingga tidak bisa menggunakan internet untuk bekerja.

"Seharian full ga makan karena listrik padam, sinyal mati, air juga mati. Pas lagi sakit. Mana Batam panas banget😭 Susah cari makan. Listrik hidup pesan makan online, driver ga dapat2. Sekarang akhirnya bisa makan juga😭," ujar @Alexis_1_1.

"Cape banget jadi warga Batam, mati lampu dan mati air dari 6.30 pagi - 22.30. Belum lagi sinyal kabur kaburan," kata @oneaboveall_23.

"ya Allah di Batam mati listrik dari jam 06.30 wib sampai tadi jam 22.30 wib baru nyala 😷😷, mana di kerubungin asap tebel, mati air, mati listrik, internet susah connect, sinyal hilang timbul. sudahlah, paket komplit," tulis @heesunshine1009.