NADIKABAR.COM — Bupati Sidoarjo Subandi mengaku kecewa dengan pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang lari dari tanggung jawab. Pasalnya SPPG terkait lepas dari tanggung jawab biaya perawatan dan pengobatan ratusan pelajar dan santri yang jadi korban keracunan.

Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak buka suara. Emil ogah mengambil pusing sikap SPPG, ia menegaskan Pemprov Jatim siap turun tangan membiayai perawatan santri-pelajar yang keracunan MBG.

"Pokoknya, pokoknya kalau kami fokusnya yang pengobatannya harus ter-cover dari kami. Bahwa SPPG bertanggung jawab atau tidak terkait itu, nanti kita konfirmasi lagi ke Pak Bupati," kata Emil di Surabaya, Kamis (10/9/2026).

Emil menegaskan Pemprov Jatim mengambil bagian dalam urusan kesehatan para santri-pelajar yang keracunan MBG. Sebab, apabila menunggu pihak SPPG bertanggung jawab, maka kondisi para santri-pelajar semakin parah karena telat penanganan.

"Kalau pengobatan itu bentuk dukungan Pemda, bentuk dukungan Pemda. Nah, Pemda itu provinsi, kabupaten, kita harus sama-sama," tegasnya.

Ia juga menyebut SPPG Kalitengah telah mendapat sanksi tegas berupa suspend dari Badan Gizi Nasional (BGN).

"Bukan teguran lagi, di-suspend kok. Di-suspend sama BGN. Cuma saya kan kemarin sudah rapat emergency dengan semua, sudah ada rapat, kita nyebutnya rapat emergency-lah dengan semua Satgas dan juga masukannya sudah kami sampaikan ke Pak Sudaryono Kepala BGN tadi melalui telepon, ya. Mungkin nanti dalam waktu dekat segera kami umumkan hasilnya," tandasnya.