"Cuma ada beberapa hal yang ingin saya sampaikan kepada publik bahwasanya bagi saya ini bukan hanya tentang pemeriksaan yang sedang saya jalani, melainkan ini ada pertanyaan besar mengenai keadilan, perlindungan hukum, dan bagaimana sebuah dugaan peristiwa yang menjadi awal dari persoalan ini bisa mendapatkan kejelasan hukum," tuturnya.

Mawa kemudian menyampaikan tiga pertanyaan yang menurutnya menjadi persoalan penting dalam kasus tersebut. Pertama, apakah seorang istri sah dianggap salah ketika berusaha mencari dan mengungkap kebenaran. Kedua, apakah negara memberikan perlindungan hukum kepada orang yang memiliki itikad baik dalam memberikan informasi atau bukti kepada pihak berkepentingan.

Ketiga, Mawa mempertanyakan apakah dugaan perzinaan yang menurutnya menjadi substansi persoalan juga bisa mendapatkan proses dan kepastian hukum. Dia juga menyoroti penetapan Agung sebagai tersangka setelah rekaman CCTV tersebut terungkap.

"Jadi menurut saya, saya mempertanyakan bagaimana seseorang yang menurut saya telah membantu untuk membuka informasi melalui rekaman CCTV justru kini malah menjadi tersangka. Itu sangat memprihatinkan sih menurut saya. Harusnya ada orang baik yang memberikan semua itu ke saya dan harusnya beliau itu mendapatkan perlindungan hukum," ungkapnya.

Mawa mengaku bersyukur karena, rekaman CCTV tersebut bisa menjadi bukti yang selama ini dia cari. Dia pun berharap pihak yang memberikan rekaman tersebut mendapatkan perlindungan hukum.

"Kalau tidak ada kebenaran terungkap, kebenaran ini mau sampai kapan? Saya selama ini dibohongi, mau sampai kapan? Saya benar-benar tidak ada kejelasan pada saat itu. Dan sekarang saya benar-benar bersyukur sekali udah dapat bukti, bukti CCTV itu melalui orang baik di sebelah saya dan suaminya yang sekarang menjadi tersangka. Maka saya bilang harusnya dapat perlindungan hukum," pungkasnya.