NADIKABAR.COM — Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade menggelar pra-sosialisasi pembangunan Tol Sicincin-Bukittinggi di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat. Dalam kegiatan itu, Andre menyerap aspirasi warga terkait dampak pembangunan tol, terutama terhadap lahan pertanian, irigasi, dan akses antarkampung.
Andre mengatakan pembangunan tol tersebut diperlukan untuk memperkuat konektivitas Sumatera Barat. Terutama, sebagai jalur alternatif ketika akses utama seperti Lembah Anai dan Malalak mengalami gangguan akibat bencana.
Kegiatan tersebut juga dihadiri Direktur Utama PT Hutama Karya Koentjoro, Kepala BPJN Sumbar Elsa Putra Friandi, Wali Kota Padang Panjang Hendri Arnis, Wakil Wali Kota Alex Saputra, serta tokoh adat dan masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Andre mengatakan pembangunan tol Sicincin-Bukittinggi merupakanterobosan untuk mengatasi keterbatasan jalur penghubung di Sumbar. Dia mengatakan selama ini, akses Padang menuju Padang Panjang, Bukittinggi, dan sejumlah daerah lainnya bergantung pada jalur yang rawan mengalami gangguan. Khususnya, di kawasan Lembah Anai dan jalur alternatif Malalak.
"Sumatera Barat membutuhkan terobosan. Sejak saya kecil sampai sekarang, jalur Padang menuju Bukittinggi masih itu-itu saja. Akibatnya, kemacetan terjadi di mana-mana. Ketika Lembah Anai putus, kita tidak memiliki jalur alternatif yang memadai," ujar Andre yang juga ketua umum DPP Ikatan Keluarga Minang (IKM), Rabu (28/10/2026).
Andre mengatakan pembangunan Tol Sicincin-Bukittinggi telah mendapat dukungan pemerintah pusat dengan nilai perencanaan sekitar Rp 29 triliun, di luar biaya pembebasan lahan. Dia menyebut dukungan tersebut diperjuangkan melalui komunikasi dengan Presiden Prabowo Subianto.
"Alhamdulillah, kita mendapatkan dukungan untuk pembangunan tol dari Sicincin menuju Bukittinggi. Tugas saya sebagai anggota DPR adalah memperjuangkan anggarannya dan memastikan Sumatera Barat mendapatkan perhatian pemerintah pusat," katanya.
Wakil Ketua Fraksi Gerindra DPR RI ini mengatakan rencana pembangunan mencakup jalur dari Sicincin menuju Padang Panjang dengan dua terowongan, masing-masing sekitar 700 meter dan 4,6 kilometer. Rencana pengembangan jalur menuju kawasan Agam juga menjadi bagian dari upaya memperkuat konektivitas di Sumatera Barat.