Meski begitu, Andre menekankan keberhasilan pembangunan tak hanya diukur dari terwujudnya jalan tol. Namun, juga dari kemampuan pemerintah menyelesaikan persoalan yang dihadapi masyarakat di sepanjang trase.

Andre meminta stakeholder terkait seperti PT Hutama Karya, Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah provinsi, pemerintah kota, serta instansi pertanahan membuka ruang dialog yang jelas dan transparan. Dia menekankan persoalan kepemilikan lahan, lahan garapan, sawah produktif, bangunan, pohon, hingga sistem irigasi harus dibahas secara rinci.

"Saya tidak ingin menzalimi masyarakat. Jabatan ini harus dipertanggungjawabkan di dunia dan akhirat. Karena itu, kita harus duduk bersama dan mencari solusi terbaik. Kalau ada persoalan, sampaikan. Kita diskusikan apakah trase bisa digeser atau bagaimana cara mengurangi dampaknya," tegas Andre.

Selain itu, Andre menekankan pentingnya meminimalkan dampak terhadap lahan pertanian dan memastikan akses masyarakat tak terputus akibat pembangunan. Dia menilai desain jalan harus memperhitungkan kebutuhan terowongan hingga jalan penghubung.

"Jangan sampai pertanian masyarakat terganggu. Kalau ada persoalan irigasi, harus dicarikan solusinya. Kita juga harus memastikan kampung-kampung tidak terpisah. Pembangunan ini harus membawa manfaat bagi masyarakat dan generasi berikutnya," ujarnya.

Andre mengatakan pra-sosialisasi itu di sengaja digelar untuk mempercepat komunikasi dengan masyarakat. Dia mengatakan dialog lanjutan bersama tim terpadu yang melibatkan pemerintah daerah, Hutama Karya, Kementerian Pekerjaan Umum, ATR/BPN, dan instansi terkait direncanakan berlangsung pada pertengahan November 2026.

Dalam tahapan tersebut, masyarakat diharapkan mendapat penjelasan lebih terperinci mengenai rencana trase, bidang tanah yang berpotensi terdampak, status kepemilikan dan penggarapan lahan, serta mekanisme penilaian dan ganti kerugian.

Andre juga meminta pemerintah daerah membantu memastikan proses komunikasi berlangsung terbuka. Andre menegaskan tak ingin pembangunan menimbulkan persoalan berkepanjangan lantaran kurangnya penjelasan sejak awal.