Menurut dia penanganan kasus tersebut harus menyentuh seluruh pihak yang terlibat, termasuk pihak yang diduga menjadi pengendali di balik operasi penyadapan.
"Yang terpenting saat ini siapa aktor intelektual yang berani melakukan penyadapan terhadap Presiden ini harus terungkap. Pengkhianat negara harus diadili!" tegasnya.
Pernyataan Kawendra tersebut sejalan dengan klarifikasi yang disampaikan Sufmi Dasco Ahmad. Melalui akun media sosialnya pada Rabu (4/11) malam/
Sufmi Dasco membantah kabar yang menyebut dirinya akan menjadi cawapres menggantikan Gibran.
"Saya pastikan itu hoax," tulis Dasco dalam unggahannya yang kemudian kembali dibagikan melalui akun Instagram pribadinya. Pada Kamis (5/11/2026), Dasco juga menyinggung dugaan adanya upaya pengalihan perhatian publik dari kasus penyadapan ilegal yang tengah menjadi sorotan nasional.