NADIKABAR.COM — Ekonomi Irak kini berada di ambang kehancuran imbas gangguan dari perang antara Amerika Serikat (AS) melawan Iran. Terhentinya jalur perdagangan melalui Selat Hormuz sejak akhir Februari lalu mencekik negara yang sangat bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan barang pokok dan ekspor minyak sebagai 'modal belanja'.
Melansir Al Jazeera, Senin (28/9/2026), Irak merupakan negara yang sangat bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan hidup warganya mulai dari makanan dan obat-obatan hingga peralatan rumah tangga, serta bahan baku untuk industrinya.
Sedangkan sekitar 90% pemasukan negara ini berasal dari ekspor minyak dengan total cadangan sumber daya alam yang sangat besar. Membuat pendapatan Irak dari hasil ekspor minyak ke luar negeri mengimbangi biaya impor, bahkan Irak kerap kali memiliki surplus perdagangan dari proses ini.
Namun keadaan berubah sejak perang AS melawar Iran pecah pada akhir Februari, membuat arus perdagangan bebas melalui Selat Hormuz yang menjadi jalur sebagian besar perdagangan negara itu dengan seluruh dunia terputus.