NADIKABAR.COM — Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yangon, Myanmar menyampaikan bahwa hari pertama pelaksanaan pameran Indonesia Expo 2026 menghasilkan empat nota kesepahaman (MoU) di sektor energi hingga pendidikan.
Acara yang mengusung tema “Bridging Partnerships, Building Prosperity” tersebut berlangsung di Yangon pada Jumat (30/10) hingga Sabtu ini. Pameran itu pun menjadi wadah penguatan perdagangan, investasi, dan kemitraan kedua negara.
Dalam keterangan resmi KBRI Yangon yang diterima di Jakarta, Sabtu, Kuasa Usaha Ad Interim Republik Indonesia (KUAI RI) Yangon Novan Ivanhoe Saleh menyatakan pihaknya berkomitmen untuk terus memperluas akses pasar, mempertemukan pelaku usaha, dan memperkuat hubungan antarmasyarakat melalui pendidikan.
Hasil konkret pelaksanaan expo pada hari pertama ditandai dengan penandatanganan empat MoU antara Perusahaan Gas Negara (PGN)–Real Growth Enterprise di sektor gas bumi serta Pertamina Lubricants–Wutt Hmoan di bidang pelumas.
Selain itu, terdapat nota kerja sama antara uab bank–Nyarna Empowers di bidang keuangan dan pemberdayaan serta Indonesian International School Yangon (IISY)–uab bank di bidang pendidikan.
Indonesia Expo 2026 menghadirkan 77 peserta serta dua forum bisnis mengenai pemanfaatan gas alam cair untuk energi, industri, dan ritel, serta penguatan UMKM dan ekonomi kreatif.
Pada Sabtu, pameran itu dilanjutkan dengan pemaparan dari sejumlah universitas asal Indonesia dan penandatanganan MoU antara Universitas Widyatama–Yangon University of Foreign Languages (YUFL) yang difasilitasi KBRI Yangon.
Kerja sama berdurasi lima tahun tersebut akan mencakup pertukaran mahasiswa dan dosen, penelitian bersama, seminar akademik, serta publikasi ilmiah.
KBRI Yangon berkomitmen untuk mengawal dan menindaklanjuti hasil pertemuan dalam expo tersebut, terutama terkait pengembangan hubungan dagang, kemitraan distribusi, dan kerja sama pendidikan, agar berkembang menjadi kerja sama konkret dan berkelanjutan.
Langkah itu merupakan bagian dari upaya KBRI Yangon mendorong diplomasi ekonomi dan pendidikan yang memperluas peluang bagi masyarakat, memberikan manfaat nyata bagi kedua negara, serta mempererat persahabatan Indonesia dan Myanmar.
Berdasarkan data Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, total perdagangan antara kedua negara mencapai 958,9 juta dolar AS (sekitar Rp17,38 triliun) sepanjang 2025 dan 687,1 juta dolar AS pada Januari-Agustus 2026 (Rp12,45 triliun).