NADIKABAR.COM β€” Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yaounde, Kamerun, menargetkan transaksi sebesar 19,5 juta dolar AS (sekitar Rp349,81 miliar) antara delegasi asal kawasan Afrika Tengah dan pelaku usaha Tanah Air dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026.

β€œSaya kalau bicara angka (target) eksak terus terang belum mampu, tapi saya bisa bilang bahwa minimal targetnya itu seperti tahun lalu, 19,5 juta dolar AS,” ujar Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Kamerun Agung Cahaya Sumirat dalam press briefing di Jakarta, Selasa.

Ia menuturkan, pihaknya memfasilitasi 81 orang delegasi bisnis asal Kamerun dan sejumlah negara lainnya di kawasan Afrika Tengah pada gelaran TEI tahun ini. Tidak hanya Kamerun, KBRI Yaounde juga membawahi misi diplomatik Indonesia di Chad, Guinea Ekuatorial, Gabon, Kongo, dan Republik Afrika Tengah.

Dubes Agung menyatakan, pihaknya memasang target kesepakatan bisnis yang sama pada tahun ini dengan pencapaian nilai potensi transaksi dalam TEI 2025 karena mempertimbangkan operasional kedutaan yang baru berjalan tiga tahun.

Ia pun menekankan bahwa KBRI Yaounde selalu terbuka untuk bekerja sama dengan berbagai pihak, baik pemerintah setempat maupun sektor swasta.

Agung optimis nantinya akan ada empat nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang diteken antara delegasi asal kawasan Afrika Tengah dan pengusaha Indonesia pada TEI 2026 di sektor pertanian serta pupuk, baik organik maupun anorganik.

Ia pun berharap jumlah tersebut akan terus bertambah seiring sejumlah forum bisnis dan kegiatan business matching (pencocokan bisnis) yang dijadwalkan akan diikuti oleh delegasi negara-negara Afrika Tengah tersebut hingga 24 Oktober mendatang.

β€œPotensi MoU yang ada sementara ini ada empat yang 80 persen akan di-sign (ditanda tangani). Dan ini nanti masih berlanjut nih dengan yang proses business matching yang diselenggarakan di Tangerang Selatan maupun di yang Business Forum Indonesia,” katanya.

Ia menyampaikan bahwa potensi kerja sama di sektor pupuk sangat besar karena Kamerun kekurangan suplai komoditas tersebut.

Selain itu, potensi kolaborasi juga tersaji di sektor transportasi, terutama terkait perkeretaapian, suku cadang kendaraan, dan perkapalan.

Agung mengatakan bahwa pihaknya berencana untuk menghubungi PT PAL Indonesia (Persero) serta pelaku industri perkapalan swasta nasional untuk menindaklanjuti potensi kerja sama tersebut.

β€œKarena sungai-sungai di Kamerun tuh besar-besar dan mereka memang memerlukan dukungan transportasi kapal yang lebih memadai,” jelasnya.

Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 dijadwalkan berlangsung pada 14-18 Oktober di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang, Banten.

Menurut data Kementerian Perdagangan (Kemendag), nilai ekspor Indonesia ke Kongo pada Januari hingga Agustus 2026 tercatat sebesar 106,9 dolar AS (Rp1,92 triliun), Kamerun 29,2 juta dolar AS (Rp523,82 miliar), dan Guinea Ekuatorial 13,9 juta dolar AS (Rp249,35 miliar).

Sementara nilai ekspor pada periode yang sama ke Gabon tercatat 11,4 juta dolar AS (Rp204,50 miliar), Chad 8,8 juta dolar AS (Rp157,86 miliar), dan Republik Afrika Tengah 1,7 juta dolar AS (Rp30,49 miliar).