Ia meyakini, dalam setiap episode sejarah, akan lahir sesuatu yang terseleksi oleh proses alam. Pada akhirnya, yang akan muncul dan bertahan adalah mereka yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai independensi dan berani berhadapan dengan siapapun.

"Dengan mempertahankan prinsip-prinsip keterbukaan dan keberpihakan pada kebenaran yang objektif, itu pertama. Yang kedua, kebebasan yang tidak bertanggung jawab di era media sosial ini, justru dipegang oleh warganet yang tidak terikat oleh etika apapun. Dia tidak terikat oleh etika profesi, dia tidak terikat pada organisasi, dan dia tidak terikat oleh hukum," paparnya.

Baginya, kondisi saat ini mengakibatkan glorifikasi kebebasan berpikir yang lebih mengarah pada upaya-upaya melakukan penganiayaan individual melalui stigma-stigma media sosial.

"Ini yang menjadi ancaman kita, karena ancamannya adalah ke depan adalah lahirlah orang yang tidak beradab dan tidak memiliki peradaban," ujar KDM.

Sementara itu, orang-orang yang bertanggung jawab dan memiliki peradaban nyaris kehilangan pendapatan, sedangkan orang-orang yang tidak beradab dan tidak memiliki keberadaban justru dia mendapat banyak order dari berbagai pihak.