NADIKABAR.COM — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), mengajak para insinyur di Indonesia untuk menjalankan tugas sesuai dengan kode etik profesi. KDM menilai pihaknya membutuhkan peran insinyur untuk menyelesaikan berbagai persoalan warga, terutama masalah jangka pendek yang dihadapi sehari-hari, seperti kemacetan dan banjir di Kota Bandung.

Menurut KDM, kemacetan di sejumlah kota di Jawa Barat terjadi karena sistem transportasi yang belum tertata dengan baik. Karena itu, ia menawarkan solusi untuk mengganti angkutan umum yang sudah tua dengan angkutan umum baru.

"Tidak usah lagi stor pada tuannya tetapi dibuat karakter wilayah, dimana nanti mobilnya ramah lingkungan, ramah anak, ramah ibu hamil kemudian juga memberikan kesejahteraan bagi para sopir," kata KDM dalam keterangan tertulis, Jumat (23/10/2026).

Hal tersebut disampaikannya dalam acara 44th Conference of the ASEAN Federation of Engineering Organisations (CAFEO 44) yang digelar Persatuan Insinyur Indonesia (PII) di Bandung, Jawa Barat, mulai hari ini, Selasa (20/10).