Sebanyak 152 orang tewas dalam tragedi ini. Hanya ada 1 orang korban selamat dari seluruh 153 orang di dalam pesawat, yaitu seorang anak perempuan berusia 12 tahun. Siapakah dia?
Dilansir The Guardian, perempuan itu bernama Bahia Bakari. Dia mengungkap cerita tentang kecelakaan itu saat sidang dugaan kelalaian maskapai Yemenia Airways di Pengadilan Paris pada 23 Mei 2022.
Pada 29 Juni 2009, Bahia dan ibunya berangkat dari Paris menuju Kepulauan Komoro untuk menghadiri pernikahan kakeknya, dengan berpindah pesawat di ibu kota Yaman, Sana'a.
Ia menuturkan bahwa pesawat kedua berukuran lebih kecil. Ia mengatakan ada lalat di dalamnya, dan berbau menyengat seperti kamar mandi, namun penerbangan berjalan normal hingga memasuki fase pendaratan.
Namun, saat proses pendaratan, pesawat Airbus A310 tersebut jatuh ke Samudra Hindia dengan mesin beroperasi pada kecepatan penuh. Bahia mengisahkan bahwa ia merasakan turbulensi sebelum merasakan sesuatu seperti sengatan listrik menjalar di tubuhnya, lalu pingsan dan baru sadar dirinya sudah berada di laut.