Hal tersebut disampaikannya usai menerima penghargaan di Auditorium Roebiono Kertopati, Kantor BSSN Sawangan, Depok, Selasa (6/10).Penghargaan diserahkan langsung oleh Kepala BSSN RI, Nugroho Sulistyo Budi pada acara Pengukuhan Bersama Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) Sektor Pemerintahan dan Pembangunan Manusia.

Jihan menekankan pentingnya pengawalan pembangunan transformasi digital agar berdampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat, tanpa mengesampingkan aspek ketahanan siber.

"Doakan semoga kami bisa mengawal pembangunan infrastruktur digital lebih baik dan lebih maju lagi di seluruh kabupaten/kota, dan tentunya manfaatnya dirasakan oleh masyarakat dan juga daerah. Tentu saja diimbangi dengan keamanan digital di masing-masing kabupaten/kota. Terima kasih, salam Lampung Maju," ucapnya.

Sementara itu, Nugroho mengingatkan keamanan siber dan persandian pada era modern telah bergeser dari sekadar urusan teknis piranti lunak menjadi komponen vital ketahanan nasional dan pertarungan geopolitik. Pasalnya, di balik sistem server pemerintah tersimpan data publik, transaksi perekonomian, hingga operasional layanan vital masyarakat.

BSSN mencatat tren eskalasi serangan siber yang menuntut kewaspadaan tinggi. Berdasarkan data National Cyber Operations Center BSSN, anomali trafik serangan yang sebelumnya berkisar 700 juta per tahun melonjak drastis hingga 5,5 miliar potensi serangan pada 2025. Hingga triwulan IV tahun 2026, tercatat sedikitnya 3,1 miliar potensi ancaman atau setara 133 potensi serangan per detik.