"Salah itu luas yang terbakar di Gunung Lakwan, bukan 500 hektare. Di perkirakan 70 hektare semua untuk per hari ini. Tapi masih bisa bertambah, belum padam sebagian," terangnya.

Dia menyebut vegetasi di kawasan yang terbakar didominasi pohon pinus dan tumbuhan hutan lainnya. Kondisi tersebut membuat api lebih mudah membakar dan bertahan.

"Ada pinus dan tumbuhan-tumbuhan lainnya, seperti hutan, tumbuhan hutan yang terbakar," beber Amiruddin.

Saat ini petugas menggunakan metode back burning untuk mengendalikan api. Teknik membakar bagian tertentu untuk mengurangi material yang dapat menjadi jalur rambatan api.

"Sekarang pakai teknik back burning kita khawatirkan jika semakin lama api menyala bisa sampai ke pemukiman," jelas Amiruddin.