Teknik itu dilakukan untuk mengantisipasi risiko material dari tebing yang dapat jatuh ke bawah. Pihaknya menghindari api semakin meluas.

"Takutnya nanti kalau ada masyarakat sementara lalu lalang di bawah, jatuh batu-batunya," tambah Amiruddin.

"Mudah-mudahan hari ini sudah padam. Kita juga sudah da mobil Damkar dan BPBD dan tim stay di bawah untuk menjaga pemukiman," ucapnya.

Diketahui, kebakaran di Gunung Lakawan, Kelurahan Tanete, Kecamatan Anggeraja terjadi pada Senin (31/8) malam. Lokasi awal munculnya api berada sekitar 10 meter dari pinggir jalan alternatif jalur Cakke.

"Titik api berjarak cukup jauh dari pemukiman padat penduduk, sehingga tidak ada korban jiwa maupun rumah warga yang terbakar," ujar Camat Anggeraja, Kadang Kandari kepada wartawan.