"Untuk pemicunya sendiri mungkin nanti akan diselidiki oleh pihak terkait. Kami tim gabungan sekarang hanya fokus terlebih dahulu untuk melaksanakan pemadaman," katanya.
Berdasarkan perhitungan sementara, sekitar 4 hektare lahan terbakar dalam dua hari pertama. Sementara luas lahan yang terbakar pada hari ketiga belum dapat dihitung karena api masih berkobar.
Rezza menyebut titik api terlihat di sejumlah lokasi. Beberapa titik membutuhkan waktu lebih lama untuk dipadamkan karena terdapat kumpulan bambu yang mudah terbakar dan relatif sulit dipadamkan.
"Untuk perhitungan sementara, lahan yang terbakar 2 hari kemarin itu sekitar 4 hektare. Untuk yang hari ketiga ini, kami belum bisa melaksanakan perhitungan karena memang api masih terus berkobar," jelasnya.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, Damkar, TNI, dan Polri terus melakukan pemadaman. Sejumlah metode diterapkan karena kondisi medan tidak memungkinkan seluruh titik dijangkau kendaraan pemadam.
Damkar telah menyiapkan dua unit kendaraan di lokasi. Namun, kendaraan tersebut tidak dapat menjangkau titik api di bagian atas karena medan yang cukup terjal.
"Untuk penggunaan pemadaman dengan menggunakan air, Damkar sudah menyiapkan dua unit di lokasi, tetapi karena medannya cukup terjal, tidak memungkinkan dilaksanakan pemadaman dengan unit Damkar," ungkap Rezza.
Pemadaman akhirnya dilakukan secara manual dengan membuat sekat bakar dan metode bakar balik untuk menghambat pergerakan api.