Kebakaran Gunung Margatapa juga sempat mengarah ke kawasan permukiman. Rezza menyebut, api sempat bersinggungan langsung dengan permukiman pada sore hari.

Tim gabungan bersama masyarakat kemudian berupaya menghambat pergerakan api agar tidak semakin mendekati rumah warga.

"Ya, api memang dari sejak sore sempat bersinggungan langsung dengan pemukiman. Alhamdulillah masyarakat, seluruh tim juga berjibaku untuk meminimalisir pergerakan api supaya tidak bergerak ke arah pemukiman," katanya.

Pada hari ketiga, api kembali muncul setelah sempat padam. Rezza mengatakan api terlihat menyala sekitar pukul 10.30 WIB dan bertahan hingga sekitar pukul 15.00 WIB.

Kemudian, sekitar pukul 17.00 WIB, api kembali terlihat menyala. Tim masih memastikan apakah api tersebut berasal dari bara yang belum sepenuhnya padam atau faktor lainnya.

"Memang untuk penyebabnya juga apakah api siang belum padam sepenuhnya atau gimana, kita masih fokus kepada penanganan saja," ucapnya.

BPBD Majalengka memperkirakan proses pemadaman masih membutuhkan waktu. Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembersihan lahan dengan cara membakar karena dapat memicu kebakaran dan berdampak terhadap kesehatan warga di sekitar lokasi.

"Kami menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak membersihkan lahan dengan cara membakar karena memang ancaman pidananya sudah jelas sesuai dengan arahan Pak Kapolres, Pak Kapolri, dan juga pihak-pihak lain," pungkasnya.