"Pemetaan disusun dengan memadukan citra Sentinel-2 L2A tanggal 20 Agustus 2026 dan informasi regu pemadam dì lapangan dengan menggunakan drone. Angka 146,85 hektare menggambarkan cakupan spasial yang terpetakan dan akan terus ditelaah melalui verifikasi lapangan. Inventarisasi lanjutan diperlukan untuk menilai tingkat keparahan, vegetasi terdampak, serta kebutuhan pemulihan ekosistem secara lebih presisi," jelasnya.
Kepala Dinas Kehutanan Jawa Timur ini menyatakan, kebakaran di Tahura Raden Soerjo sudah padam. Meski padam, tim satgas masih berada di lokasi untuk mengantisipasi adanya titik api baru.
"Kebakaran telah berhasil dikendalikan. Pemantauan melalui aplikasi SiPongi Kementerian Kehutanan juga tidak menunjukkan adanya hotspot api pada area kejadian. Namun, status padam tidak dimaknai sebagai berakhirnya kewaspadaan. Satgas mempertahankan fase pengamanan pasca kebakaran untuk mencegah munculnya kembali api dan memastikan seluruh perkembangan ditangani berdasarkan data yang sama," jelasnya.