Mengenai total luasan lahan yang terbakar akibat rembetan api terbaru ini, pihak Perhutani mengaku belum bisa memberikan estimasi atau pemetaan pasti. Kendala cuaca serta besarnya kobaran api menyulitkan proses asesmen di lapangan.
"Kami masih belum bisa mengasesmen secara pasti karena teman-teman masih fokus untuk penanganan sekat bakar. Upaya melakukan pengamatan dengan drone pun berisiko karena api membesar, sehingga pengamatan hanya bisa dilakukan dari ketinggian yang sangat tinggi dan kesulitan memetakan luasannya," ungkap Kelik.
Kondisi cuaca di lokasi kebakaran diprakirakan cukup cerah, namun berpotensi memicu timbulnya embusan angin kencang dengan arah yang berubah-ubah secara mendadak. Faktor cuaca fluktuatif ini menjadi tantangan utama jajaran tim darat dalam menyelesaikan pembuatan sekat bakar.
Sementara itu, untuk mengantisipasi potensi bahaya bagi para wisatawan dan pendaki, seluruh jalur pendakian menuju Gunung Buthak, Gunung Panderman, dan Gunung Bokong dipastikan tetap ditutup total hingga situasi benar-benar terkendali.