"Untuk luasan kebakaran hutan lahan taman nasional gunung ciremai perkiraan 40 Haktare dan masih dilakukan pemetaan oleh pihak TNGC," tutur Indra.
Penanganan kebakaran melibatkan BPBD Kabupaten Kuningan bersama TNGC, TNI, Polri, Yonif TP 839/SP, MPA Paguyuban Silihwangi Ciayumajakuning, Forkopimcam Pasawahan, PMI, aparat desa dan masyarakat.
Indra memaparkan kebakaran pertama kali terjadi pada hari Senin, (7/9/ 2026) di mana ada kepulan asap di wilayah kawasan lahan TNGC di Blok Cileutik kemudian merembet ke Blok Cimaung dan Blok Manguntapa. Agar lebih efektif, di hari pertama, penanganan kebakaran dibagi dalam beberapa tim.
Akses menuju titik api yang terjal dan dipenuhi bebatuan, cuaca panas, arah angin yang berubah-ubah, serta keterbatasan sumber air menjadi kendala selama proses pemadaman. Kondisi tersebut diperparah dengan vegetasi yang kering akibat kemarau panjang turut mempercepat penyebaran api.
Untuk mengatasi hal tersebut, petugas gabungan melakukan pemadaman api dan penyekatan dengan cara manual, dan dibantu dengan menggunakan mesin pompa, selang, nosel, jetshooter, serta kendaraan gardan ganda milik TNGC.