NADIKABAR.COM — Polisi memastikan tidak ingin terburu-buru dalam menggali dugaan pidana dalam kasus terbakarnya KMP Mutiara Sentosa 2. Polisi menyebut mulai menemukan alur dugaan pelanggaran pidana yang diduga dilakukan salah satu otoritas pelabuhan.

Dirpolairud Polda Jatim Kombes Arman Asmara mengatakan sejumlah indikasi yang mengarah pada temuan pidana mulai terbuka. Namun, ia mengaku enggan tergesa-gesa agar proses penyelidikan hingga penyidikan dapat berjalan dengan baik.

"Kita harus pelan-pelan ya. Karena kenapa? Karena kan penanggung jawab itu dari hulu ya. Kita berbicaranya dari hulu, siapa penanggung jawab pada saat pemberangkatan kapal, apa saja yang di dalam kapal, muatannya apa saja," kata Arman kepada NadiKabar, Minggu (30/8/2026).

"Sehingga kapal ini bisa mengalami suatu accident, apa saja yang kira-kira menjadikan kapal ini menjadi terbakar, dan masih banyak ya," imbuh dia.

Polisi dengan 3 melati di pundaknya itu menyatakan pihak otoritas pelabuhan, dalam hal ini KSOP Tanjung Perak, akan diperiksa. Polisi juga akan melibatkan ahli untuk memperdalam dugaan pidana dalam kasus tersebut.

"Ini harus dirangkai dengan baik ya, sehingga dari hulu kita berbicaranya. Penanggung jawab-penanggung jawab dari hulu lah itu yang kita periksa dengan saksi ahli ya, sifatnya di situ dulu," ujar dia.

Arman menyebut sudah ada 22 saksi yang diperiksa, termasuk ahli. Namun, ia memastikan kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Polisi juga tidak menutup kemungkinan menaikkan status perkara ke penyidikan setelah serangkaian proses penyelidikan rampung.

"Baru sifatnya penyelidikan dan pemeriksaan saksi ya, kalau itu (penyidikan) nanti, kami akan sampaikan lebih lanjut," tutup eks Kapolresta Banyuwangi itu.

Sebelumnya, insiden terbakarnya KMP Mutiara Sentosa 2 terjadi pada Minggu (2/8) saat perjalanan menuju Makassar, Sulawesi Selatan dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Akibat insiden itu, dari total 238 penumpang yang terdata, ada 5 orang dinyatakan meninggal.

Saat itu, sekitar pukul 06.00-07.00 WIB, kepulan asap tebal dan kobaran api mendadak muncul dari bagian deck bawah muatan kendaraan saat kapal melintasi perairan utara Sumenep, Madura.

Panggilan darurat sempat dipancarkan oleh nakhoda sebelum saluran komunikasi akhirnya terputus total. Kepanikan mencekam melanda para penumpang hingga sebagian nekat melompat ke laut menggunakan jerigen maupun pelampung seadanya.

Operasi SAR gabungan mengerahkan sejumlah kapal niaga di sekitar lokasi untuk mengevakuasi korban. Insiden tragis tersebut mengakibatkan 5 orang meninggal dunia serta beberapa penumpang diduga masih hilang.