"Di 32 hektare, yang berhasil dipadamkan sekitar 12 hektare. Karena lahan gambut membuat lambat penanganan," jelasnya.
Proses pemadaman juga menghadapi kendala sumber air. Di sekitar lokasi kebakaran tidak tersedia sumber air tawar yang dapat langsung digunakan untuk pemadaman.
Tim saat ini mengandalkan sistem tendon untuk menyalurkan air menuju titik kebakaran. Jarak dari sungai kecil menuju tendon pertama sekitar 400 meter, kemudian diteruskan ke tendon kedua sejauh 300 meter.
"Dari tendon kedua ke titik api jaraknya sekitar 150 meter. Airnya air asin," kata Oktanius.
Selain persoalan sumber air, keterbatasan peralatan pemadam juga menjadi kendala utama. Selang dan nozzle yang tersedia belum mencukupi untuk melakukan pemadaman secara maksimal di seluruh titik.