"Faktor alat pemadam, selang dan nozzle yang terbatas sehingga tidak maksimal," ujarnya.

Kondisi tersebut membuat personel tidak bisa melakukan pemadaman di seluruh titik api secara bersamaan. Tim akhirnya memprioritaskan kawasan yang dinilai paling berisiko, terutama area kebun sagu warga.

"Tim tidak dapat melakukan pemadaman ke semua titik sehingga fokus pada lokasi kebun sagu," katanya.

Oktanius mengatakan BPBD Lingga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kepri untuk meminta dukungan peralatan pemadaman.

"Koordinasi ke provinsi sudah. Mereka masih cek alat yang bisa dikirim," ujarnya.