"Selain pengaruh cuaca yang cukup ekstrem dan di mana sepekan terakhir ini kejadian kebakaran lahan sangat banyak terjadi," ucap Cakrawala yang dikonfirmasi terpisah.

Data Damkarmat Makassar sejak Januari hingga Agustus 2026, kebakaran mendominasi terjadi pada bulan ini sebanyak 68 kasus. Sementara sejak Januari 17 kasus, Februari 12 kasus, Maret 10 kasus, April 18 kasus, Mei 15 kasus, Juni 31 kasus, dan Juli 47 kasus.

Dari sisi penyebab, Damkarmat mengungkap korsleting listrik sering menjadi pemicu kebakaran dengan temuan 31 kasus selama 2026. Sementara kebakaran yang dipicu tabung gas atau kompor 15 kasus, sampah/alang-alang 88 kasus, dan lain-lain tidak diketahui sebanyak 84 kasus.

Damkarmat juga melaporkan kebakaran sepanjang 2026 mengakibatkan 210 rumah terbakar. Kebakaran juga menghanguskan 20 toko/kios/kafe, 7 gudang, 1 hotel/asrama, 6 kantor/sekolah, 27 kendaraan dan 133 titik alang-alang.

Kebakaran yang terjadi mengakibatkan 4 orang meninggal dunia, 6 luka-luka dan turut berdampak pada 463 kepala keluarga (KK). Damkarmat Makassar mencatat total kerugian yang ditimbulkan akibat kebakaran ditaksir mencapai Rp 11.091.300.000 (Rp 11 miliar).

"Kami juga mengimbau untuk selalu memperhatikan perangkat elektronik bila tidak digunakan sebaiknya colokan listriknya dilepas, dan selalu memperhatikan keamanan di wilayah dapur," pungkas Cakrawala.