Teten menyebut kondisi cuaca panas di kawasan tersebut membuat api mudah menjalar dan menyisakan titik-titik panas di kedalaman gunungan sampah. "Iya hampir semua terdampak kebakaran karena memang panas ya di sana. Meskipun itu posisinya di atas, di Ciniru itu, tetapi tetap panas situasinya di bawah, mungkin pengaruh suhu," ujarnya.

Hingga hari ini, penanganan kebakaran telah berlangsung sekitar dua pekan. Petugas masih melakukan pendinginan secara maraton untuk memastikan tidak ada bara yang kembali memicu kebakaran susulan.

Sementara terkait penyebab kebakaran, BPBD Jabar belum memberikan kesimpulan resmi. Teten menyatakan bahwa penjelasan mengenai pemicu kebakaran merupakan ranah instansi terkait, khususnya Dinas Lingkungan Hidup.

"Nanti itu mah LH yang menyampaikan. Kami mah hanya masalah penanganan kedaruratannya aja. Takutnya salah teknisnya saya belum begitu paham," pungkasnya.