βMeskipun layar (perangkat elektronik) memancarkan cahaya dan dapat menekan melatonin sampai tingkat tertentu, intensitas maupun jumlah cahayanya tidak ideal untuk memenuhi kebutuhan tubuh pada pagi hari,β ujar Rohrscheib.
Denison mengatakan ketika melakukan scrolling pada pagi dan malam hari, seseorang membiasakan otak untuk mengonsumsi konten berdurasi pendek sekaligus berpotensi terpapar berita utama yang memicu respons emosional.
Menurut Denison, salah satu perubahan yang mungkin dirasakan setelah satu minggu tidak melakukan scrolling ponsel adalah meningkatnya kemampuan untuk menikmati momen saat ini.
"Pikiran mungkin akan lebih jarang mengembara dan Anda bisa mulai menyadari hal-hal yang sebelumnya terlewatkan. Misalnya, betapa nikmatnya secangkir kopi pada pagi hari ketika benar-benar dinikmati, dibandingkan meminumnya sambil melakukan scrolling,β kata Denison.
Seiring waktu, kata Denison melanjutkan, menjadi lebih hadir dalam setiap momen dan mengurangi konsumsi konten yang merangsang kondisi mental maupun emosional dapat membantu menurunkan stres. Hal ini juga bisa memberikan manfaat secara fisiologis.
βAnda mungkin melihat peningkatan dalam tidur, energi, konsentrasi, dan suasana hati secara keseluruhan. Semakin lama Anda menahan diri dari menggulir di pagi dan sore hari, semakin banyak perubahan ini menjadi jelas,β tutur Denison.