NADIKABAR.COM — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah memprioritaskan produksi susu peternak dalam negeri. Langkah ini dilakukan guna mempercepat pencapaian target swasembada susu nasional.

Untuk mendukung target tersebut, Kementan menargetkan penambahan sedikitnya 600 ribu ekor sapi perah indukan hingga tahun 2029. Selain itu, pemerintah turut memperkuat peran koperasi, penyediaan pakan, skema pembiayaan, hingga jaminan penyerapan hasil susu peternak.

"Selama peternak mampu menghasilkan susu, kita tidak akan impor," ujar Amran dalam keterangan tertulis, Jum'at (2/10/2026).

Komitmen tersebut menjadi landasan Kementan dalam membangun ekosistem persusuan yang tidak hanya berfokus pada penambahan populasi sapi, tetapi juga memastikan peternak memiliki kemampuan meningkatkan produksi dan mendapatkan kepastian pasar.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Agung Suganda mengatakan produksi susu segar dalam negeri baru memenuhi sekitar 20 persen kebutuhan nasional. Kondisi tersebut menunjukkan besarnya ruang pengembangan industri persusuan sekaligus pentingnya memperkuat peternakan rakyat.

"Kita masih membutuhkan penambahan sapi perah dalam jumlah besar. Tetapi yang dibangun bukan hanya populasinya. Produktivitas, kesehatan hewan, pakan, pembiayaan, sampai kepastian penyerapan susu peternak juga harus disiapkan bersama," tutur Agung.

Hal tersebut disampaikannya saat mendampingi Kunjungan Kerja Spesifik Komisi IV DPR RI ke Koperasi Usaha Tani Ternak (KUTT) Suka Makmur, Grati, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Senin (28/9).

Menurut Agung, pemerintah menargetkan penambahan sedikitnya 600 ribu ekor sapi perah indukan hingga 2029. Penambahan populasi tersebut diharapkan memperkuat produksi susu nasional sehingga pada 2030 ketergantungan terhadap impor dapat ditekan secara signifikan.