Selasa.Menurut Mustopa, pertemuan yang melibatkan unsur kecamatan, kelurahan, kepolisian, tokoh masyarakat, RT/RW, LMK, serta Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jakarta Selatan digelar untuk menyatukan persepsi sekaligus mengevaluasi kejadian tersebut.

Ia mengatakan panitia kegiatan telah mengakui kesalahan yang ditimbulkan dan meminta maaf kepada pihak-pihak yang merasa dirugikan.

Sementara itu, Ketua FKUB Kota Jakarta Selatan Djawahir Tantowi menegaskan kejadian tersebut bukan persoalan SARA.