NADIKABAR.COM — Handayani menghela napas panjang seolah menanggalkan semua ketegangan dari arena pertandingan final olahraga boccia Asian Para Games Aichi-Nagoya di Nagoya City General Gymnasium, kawasan Kasadera, Nagoya, Jepang.

Saat-saat genting baru saja berlalu. Kegelisahan yang memasung batin atlet disabilitas berusia 30 tahun itu lenyap seketika saat mencetak satu poin pada sesi atau end keempat.

Handayani keluar sebagai pemenang laga final nomor individu putri - BC1.

Ia mengatasi persaingan yang mendebarkan melawan wakil Malaysia Lawas Angeline Melissa untuk merebut medali emas.

Handayani mengawali perjuangan dengan cukup baik. Ia mencetak satu poin pada end pertama untuk memimpin jalannya laga.

Namun, lawannya mengganas pada dua end berikutnya dengan mencetak empat poin. Ia tak menyangka, keadaan berbalik secepat kilat.

Situasi menjadi sekrusial itu. Handayani menenangkan diri sejenak. Menarik napas panjang secara berulang untuk mengembalikan fokus ke arena laga.

Ketika kembali ke end terakhir, ia langsung mendapatkan momentumnya mencetak empat poin beruntun, tanpa memberikan kesempatan bagi lawan. Game berakhir. Handayani menang dengan skor 5-4.

Drama pertandingan yang berakhir bahagia itu menjawab pertanyaan di balik helaan napas panjang atlet peringkat satu dunia di kelas BC1 putri itu.