Tanaman tersebut dirawat oleh para tenaga kerja yang mayoritas merupakan warga sekitar KEK Kura Kura di Desa Serangan, Denpasar.

Di dekat kawasan pembibitan tanaman itu juga telah berdiri pengelolaan sampah organik. Sampah daun-daun itu dikumpulkan untuk diolah menjadi kompos yang juga digunakan untuk pemupukan tanaman setempat.

Saat ini, ia mengatakan kawasan seluas 240.379 meter persegi itu ditanami 737.441 tanaman pohon dan perdu atau melonjak dibandingkan pada 2023 yang saat itu mencapai 177 ribu tanaman.

“Ke depan inisiatif dan fasilitas ini akan terus dikembangkan sejalan dengan pertumbuhan kawasan dan kebutuhan lanskap,” kata perwakilan Bali Turtle Island Development (BTID) selaku pengelola KEK Kura Kura Bali itu.