"Kayaknya parah ini (dibanding tahun lalu), karena minusnya sampai 160 cm, biasanya 140 sudah ada air melimpah," tutur Ansar.

Musim kemarau yang memicu cuaca semakin panas juga mempengaruhi menyusutnya pasokan air. Pihaknya belum memastikan kapan kondisi kembali normal.

"Kurang tahu (kapan datang hujan), karena kemarau panjang tidak bisa diprediksi, karena bagaimana biasanya bulan 11 (November) sudah ada pelimpahan air," ucapnya.