NADIKABAR.COM — Sebanyak 100 tangki air bersih gratis tiba di sejumlah desa di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, salah satunya Desa Karangkemiri, Kecamatan Jeruklegi. Warga bernama Suryani menyambut antusias karena menghemat biaya pengeluaran rumah tangganya di tengah kekeringan yang melanda.
Suryani mengaku ketika terjadi kekeringan, ia saban hari harus merogoh kantong Rp 25.000 untuk kebutuhan air bersih keluarganya. Setiap hari keluarga Suryani membutuhkan lima jeriken air bersih.
"Sering beli air. Satu jerijennya Rp 5.000. Buat beli beras saja sudah susah, ditambah beli air," ungkap Suryani saat pembagian air bersih dari Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto, Rabu (28/10/2026).
Tangki pembawa air bersih ini sudah dinanti Suryani dan warga Karangkemiri lainnya sebelum tiba. Warga beramai-ramai membawa wadah, mulai dari jeriken, drum, ember hingga galon untuk menampung air bersih.
Diketahui sumur di rumah-rumah warga telah mengering selama sekitar 6 bulan karena kemarau. Kembali ke Suryani, dia menyebut pembagian air bersih ini sangat membantu.