"Kemudian untuk Munggu, Bungkal, sejak akhir Juli sampai dengan 31 Agustus sudah ada 13 ribu liter yang kami dropping," ungkap Masun.

Distribusi air bersih tersebut dilakukan BPBD bersama sejumlah mitra. Salah satunya Palang Merah Indonesia (PMI) yang turut membantu penyaluran air ke wilayah terdampak kekeringan.

"Totalnya sampai dengan 31 Agustus sudah ada 31 ribu liter. Itu distribusi yang dilakukan BPBD maupun bersama mitra kami, termasuk PMI," ujarnya.

Selain dua wilayah tersebut, BPBD juga menerima laporan kekeringan dari Desa Wates. Namun, hasil asesmen menunjukkan warga di wilayah tersebut belum membutuhkan distribusi air bersih secara langsung. Pemerintah desa setempat hanya meminta bantuan sarana dan prasarana berupa tandon air. Pasokan air akan dipenuhi dari sumur bor yang sudah ada.

"Untuk Desa Wates, setelah kami diskusikan dengan pemerintah desa, mereka hanya meminta bantuan tandon. Nanti airnya akan dipenuhi dari sumur bor yang sudah ada sebelumnya," terang Masun.

Laporan kekeringan juga datang dari Desa Gelang Kulon. Saat ini, BPBD masih melakukan asesmen untuk menentukan bentuk bantuan yang akan diberikan kepada masyarakat. Masun memperkirakan distribusi air bersih perdana di Gelang Kulon akan dilakukan Senin pekan depan.

Namun, sebelum distribusi dilakukan, BPBD harus terlebih dahulu menyiapkan sarana penampungan air.