"Gelang Kulon juga meminta air bersih dan sekarang masih dalam asesmen. Kemungkinan Senin minggu depan mulai dilakukan distribusi untuk pertama kali," kata Masun.
Masun menjelaskan, distribusi air bersih di Gelang Kulon belum dapat dilakukan sebelum sarana penampungan air tersedia.
"Karena di sana belum ada tandon, jadi kami harus mencukupi dulu sarana penampungannya. Setelah itu baru distribusi air bersih bisa dilakukan," imbuhnya.
Masun menegaskan BPBD Ponorogo akan merespons setiap laporan kekeringan yang masuk. Setiap lokasi akan melalui proses asesmen bersama pemerintah desa agar bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan warga.
"Kalau ada perluasan wilayah kekeringan dan ada laporan masuk, kami akan lakukan asesmen. Setelah itu kami diskusikan dengan pemerintah desa, apa yang dibutuhkan. Apakah cukup distribusi air bersih atau juga membutuhkan sarana dan prasarana," jelasnya.
Menurut Masun, kesiapan sarana menjadi salah satu hal penting dalam penanganan kekeringan. Tidak semua desa memiliki tandon maupun wadah penampungan air yang memadai.
"Jadi kami juga harus menyiapkan tandonnya, jeriken untuk masyarakat dan sarana lainnya. Insyaallah kami siap, baik untuk prasarananya maupun distribusi air bersihnya," pungkasnya.