NADIKABAR.COM — Kekeringan melanda sejumlah wilayah di Ponorogo. Hingga 31 Agustus 2026, BPBD Ponorogo telah menyalurkan sedikitnya 31 ribu liter air bersih untuk warga di 2 titik yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air, yakni di Dukuh Dungus, Desa Karangpatihan, Kecamatan Pulung, dan Dukuh Munggur, Desa Munggu, Kecamatan Bungkal.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Ponorogo Masun mengatakan sejumlah laporan kekeringan telah masuk ke BPBD. Namun, sebelum melakukan penanganan, pihaknya bersama pemerintah desa terlebih dahulu melakukan asesmen untuk mengetahui kebutuhan warga.

"Hingga tanggal 31 Agustus 2026, memang ada beberapa laporan terkait kekeringan. Setelah kami bersama pemerintah desa melakukan asesmen, ada dua lokasi yang diputuskan membutuhkan distribusi air bersih," kata Masun, Jumat (4/9/2026).

Di Dukuh Dungus, Desa Karangpatihan, sebanyak 189 jiwa terdampak kekeringan. Sementara itu, di Dukuh Munggur, Desa Munggu, Kecamatan Bungkal ada sebanyak 153 warga yang membutuhkan bantuan air bersih.

Masun mengatakan distribusi air di Karangpatihan telah dilakukan sejak akhir Juli. Hingga akhir Agustus, total air bersih yang telah dikirim ke wilayah tersebut mencapai 18 ribu liter.

"Untuk Karangpatihan sejak akhir Juli sampai dengan 31 Agustus, kami sudah dropping sebanyak 18 ribu liter," jelasnya.

Sementara itu, warga Dukuh Munggur, Desa Munggu, juga telah menerima pasokan air bersih sejak akhir Juli. Total distribusi air di wilayah Kecamatan Bungkal tersebut mencapai 13 ribu liter.

"Kemudian untuk Munggu, Bungkal, sejak akhir Juli sampai dengan 31 Agustus sudah ada 13 ribu liter yang kami dropping," ungkap Masun.

Distribusi air bersih tersebut dilakukan BPBD bersama sejumlah mitra. Salah satunya Palang Merah Indonesia (PMI) yang turut membantu penyaluran air ke wilayah terdampak kekeringan.

"Totalnya sampai dengan 31 Agustus sudah ada 31 ribu liter. Itu distribusi yang dilakukan BPBD maupun bersama mitra kami, termasuk PMI," ujarnya.

Selain dua wilayah tersebut, BPBD juga menerima laporan kekeringan dari Desa Wates. Namun, hasil asesmen menunjukkan warga di wilayah tersebut belum membutuhkan distribusi air bersih secara langsung. Pemerintah desa setempat hanya meminta bantuan sarana dan prasarana berupa tandon air. Pasokan air akan dipenuhi dari sumur bor yang sudah ada.

"Untuk Desa Wates, setelah kami diskusikan dengan pemerintah desa, mereka hanya meminta bantuan tandon. Nanti airnya akan dipenuhi dari sumur bor yang sudah ada sebelumnya," terang Masun.

Laporan kekeringan juga datang dari Desa Gelang Kulon. Saat ini, BPBD masih melakukan asesmen untuk menentukan bentuk bantuan yang akan diberikan kepada masyarakat. Masun memperkirakan distribusi air bersih perdana di Gelang Kulon akan dilakukan Senin pekan depan.

Namun, sebelum distribusi dilakukan, BPBD harus terlebih dahulu menyiapkan sarana penampungan air.

"Gelang Kulon juga meminta air bersih dan sekarang masih dalam asesmen. Kemungkinan Senin minggu depan mulai dilakukan distribusi untuk pertama kali," kata Masun.

Masun menjelaskan, distribusi air bersih di Gelang Kulon belum dapat dilakukan sebelum sarana penampungan air tersedia.

"Karena di sana belum ada tandon, jadi kami harus mencukupi dulu sarana penampungannya. Setelah itu baru distribusi air bersih bisa dilakukan," imbuhnya.

Masun menegaskan BPBD Ponorogo akan merespons setiap laporan kekeringan yang masuk. Setiap lokasi akan melalui proses asesmen bersama pemerintah desa agar bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan warga.

"Kalau ada perluasan wilayah kekeringan dan ada laporan masuk, kami akan lakukan asesmen. Setelah itu kami diskusikan dengan pemerintah desa, apa yang dibutuhkan. Apakah cukup distribusi air bersih atau juga membutuhkan sarana dan prasarana," jelasnya.

Menurut Masun, kesiapan sarana menjadi salah satu hal penting dalam penanganan kekeringan. Tidak semua desa memiliki tandon maupun wadah penampungan air yang memadai.

"Jadi kami juga harus menyiapkan tandonnya, jeriken untuk masyarakat dan sarana lainnya. Insyaallah kami siap, baik untuk prasarananya maupun distribusi air bersihnya," pungkasnya.