NADIKABAR.COM — Hakim asal Afrika Selatan (Afsel), Navi Pillay, yang baru saja meraih Nobel Perdamaian tahun ini, berkelakar bahwa dirinya mungkin akan "berbagi penghargaan" tersebut dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump. Diketahui bahwa Trump sangat ingin mendapatkan Nobel Perdamaian.
Pillay, seperti dilansir AFP, Jumat (9/10/2026), merupakan tokoh hukum internasional asal Afsel dan kini menjadi hakim di Mahkamah Internasional (ICJ) dalam kasus di mana Myanmar dituduh melakukan genosida. Dia pernah memimpin pengadilan genosida Rwanda dan tahun lalu, memimpin komisi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang menuduh Israel melakukan genosida di Jalur Gaza.
"Jika Anda bertepuk tangan sedikit lebih meriah lagi, saya mungkin akan berbagi penghargaan ini dengan Trump," kata Pillay dalam sebuah video yang diunggah oleh Sekretaris Jenderal Amnesty International, Agnes Callamard, ke media sosial X.
Video tersebut memperlihatkan Pillay disambut tepuk tangan meriah, termasuk standing ovation, di Nuremberg setelah pengumuman penghargaan tersebut.
Dia mengatakan bahwa reaksi pertamanya saat mendengar kabar bahwa dirinya mendapatkan Nobel Perdamaian adalah mengira itu hanyalah lelucon.