NADIKABAR.COM — Kelompok kriminal menyerbu warga desa di wilayah timur Nigeria. Para bandit di Nigeria itu membunuh puluhan warga dan menjarah berbagai toko.

Dilansir AFP, Rabu (28/10/2026), Badan Manajemen Darurat Nasional (NEMA) melaporkan ribuan orang juga terpaksa mengungsi akibat kekerasan tersebut.

"Serangan tersebut menelan 62 korban jiwa dan menyebabkan 52 orang terluka," kata NEMA dalam sebuah pernyataan.

Kelompok bersenjata yang diduga merupakan kawanan bandit dengan mengendarai sepeda motor menyerbu Binnari, di negara bagian Taraba, tak lama setelah salat Jumat.

Taraba terletak di antara wilayah timur laut Nigeria, yang telah lama dilanda pemberontakan jihadis, dan wilayah tengah yang tidak stabil, di mana terdapat kelompok-kelompok kriminal yang secara lokal disebut sebagai "bandit". Kelompok ini beroperasi demi keuntungan finansial, bukan karena motif ideologi atau agama.

Menurut kepolisian, warga setempat, dan Amnesty International, jenazah-jenazah ditemukan di semak-semak sekitar lokasi kejadian serta di sungai-para korban diduga tenggelam saat mencoba melarikan diri dari serangan tersebut.

"Peristiwa ini dilaporkan berdampak pada 7.123 orang dan menyebabkan 5.187 penduduk mengungsi, sehingga menciptakan situasi kemanusiaan yang mendesak di tengah masyarakat," ujar NEMA dalam pernyataannya.

Badan darurat tersebut menyatakan sedang bekerja sama dengan otoritas setempat untuk menilai kebutuhan warga yang mengungsi akibat serangan itu, guna menyalurkan bantuan kemanusiaan yang tepat.

Aksi bandit menjadi masalah yang kian berkembang di wilayah barat laut dan tengah Nigeria. Kelompok-kelompok kriminal yang kuat kerap berhadapan dengan aparat kepolisian dan militer di berbagai lokasi pedesaan yang sulit dijangkau.

Para bandit itu menyerbu desa-desa serta memaksakan pungutan liar terhadap para petani dan kegiatan pertambangan di wilayah-wilayah yang minim kehadiran negara.

Melalui unggahan di platform X, Amnesty International menyalahkan otoritas Nigeria karena membiarkan sejumlah komunitas pedesaan berada dalam belas kasihan kelompok bersenjata yang berulang kali melakukan kekejaman tanpa tersentuh hukum.