Rofik menyebut para pelaku mengambil berbagai jenis hasil tambak, mulai ikan bandeng, mujair, udang hingga kepiting. Jaring berukuran besar dipasang di area tambak untuk menangkap hasil tambak secara massal.

"Yang diambil bukan hanya ikan. Udang dan piting juga diambil. Bahkan tambak seperti dikuras," jelasnya.

Dalam penanganan awal, sebanyak 14 perahu disebut telah diamankan sementara sejumlah orang yang diduga terlibat berhasil melarikan diri. Warga menduga para pelaku berasal dari luar wilayah Sidoarjo, salah satunya dari wilayah Pasuruan. Namun, identitas para pelaku masih perlu dipastikan oleh aparat penegak hukum.

Kepala Desa Kalanganyar Muhammad Fathoni membenarkan adanya keresahan warga terkait dugaan penjarahan di kawasan tambak.

Menurut Fathoni, persoalan tersebut telah menjadi perhatian pemerintah desa karena selain menyebabkan kerugian ekonomi, aksi tersebut juga membuat warga merasa terancam saat beraktivitas di sekitar tambak.