"Kami menerima laporan dari warga terkait adanya penjarahan tambak. Ini sangat meresahkan karena bukan hanya soal kerugian hasil tambak, tetapi juga ada laporan mengenai ancaman kepada warga," kata Fathoni.

Fathoni mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk melakukan penanganan di lapangan. Rencananya, survei dan penindakan bersama akan dilakukan dengan melibatkan aparat kepolisian dan unsur Marinir.

"Kami berharap segera ada tindakan di lapangan. Warga ingin tambaknya aman dan bisa kembali beraktivitas tanpa rasa takut," ujarnya.

Akibat aksi itu, sejumlah petambak khawatir mengalami gagal panen karena hasil tambak yang seharusnya dipanen justru lebih dulu diambil oleh orang lain. Warga berharap aparat bisa mengungkap pelaku dan mencegah aksi serupa kembali terjadi.

Mereka juga meminta pengamanan di kawasan tambak diperkuat agar aktivitas penjarahan dan dugaan ancaman terhadap warga tidak terus berulang.