NADIKABAR.COM — Warga Desa Kalanganyar, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, resah akibat maraknya dugaan penjarahan ikan di kawasan tambak. Aksi itu disebut dilakukan secara berkelompok menggunakan puluhan perahu.
Penjarahan diduga terjadi hampir setiap hari. Para pelaku disebut masuk melalui jalur tambak dan menggunakan jaring besar atau badong harimau untuk menguras ikan serta hasil tambak milik warga.
Rofik, salah satu penjaga tambak di Kalanganyar, mengatakan aksi tersebut membuat petambak mengalami kerugian besar. Bahkan, warga yang berusaha menghalau pelaku disebut mendapat ancaman kekerasan.
"Kalau ditegur malah diancam. Katanya mau dibacok. Mereka juga ada yang membawa senjata tajam," kata Rofik di balai desa, Rabu (26/8/2026).
Menurut Rofik, kelompok tersebut datang menggunakan banyak perahu. Jumlahnya diperkirakan mencapai puluhan perahu dengan beberapa orang di setiap perahu.
"Mereka datang berkelompok. Satu perahu bisa sekitar empat orang. Kalau ditotal bisa lebih dari 50 orang," ujarnya.
Rofik menyebut para pelaku mengambil berbagai jenis hasil tambak, mulai ikan bandeng, mujair, udang hingga kepiting. Jaring berukuran besar dipasang di area tambak untuk menangkap hasil tambak secara massal.
"Yang diambil bukan hanya ikan. Udang dan piting juga diambil. Bahkan tambak seperti dikuras," jelasnya.
Dalam penanganan awal, sebanyak 14 perahu disebut telah diamankan sementara sejumlah orang yang diduga terlibat berhasil melarikan diri. Warga menduga para pelaku berasal dari luar wilayah Sidoarjo, salah satunya dari wilayah Pasuruan. Namun, identitas para pelaku masih perlu dipastikan oleh aparat penegak hukum.
Kepala Desa Kalanganyar Muhammad Fathoni membenarkan adanya keresahan warga terkait dugaan penjarahan di kawasan tambak.
Menurut Fathoni, persoalan tersebut telah menjadi perhatian pemerintah desa karena selain menyebabkan kerugian ekonomi, aksi tersebut juga membuat warga merasa terancam saat beraktivitas di sekitar tambak.
"Kami menerima laporan dari warga terkait adanya penjarahan tambak. Ini sangat meresahkan karena bukan hanya soal kerugian hasil tambak, tetapi juga ada laporan mengenai ancaman kepada warga," kata Fathoni.
Fathoni mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk melakukan penanganan di lapangan. Rencananya, survei dan penindakan bersama akan dilakukan dengan melibatkan aparat kepolisian dan unsur Marinir.
"Kami berharap segera ada tindakan di lapangan. Warga ingin tambaknya aman dan bisa kembali beraktivitas tanpa rasa takut," ujarnya.
Akibat aksi itu, sejumlah petambak khawatir mengalami gagal panen karena hasil tambak yang seharusnya dipanen justru lebih dulu diambil oleh orang lain. Warga berharap aparat bisa mengungkap pelaku dan mencegah aksi serupa kembali terjadi.
Mereka juga meminta pengamanan di kawasan tambak diperkuat agar aktivitas penjarahan dan dugaan ancaman terhadap warga tidak terus berulang.