Ia berhubungan dekat dengan keluarga penguasa UEA, termasuk Sheikh Tahnoon bin Zayed Al Nahyan, investor berpengaruh yang mengawasi berbagai investasi besar di teknologi dan AI.

Zhao mengatakan Presiden UEA Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan secara pribadi menghampirinya untuk menanyakan kabarnya dan menawarkan bantuan jika ia membutuhkannya.

UEA menjadi basis penting bagi Zhao sejak pertama kali mengunjungi Dubai tahun 2021. Ia ditawari visa tinggal jangka panjang dan menyelesaikan prosesnya kurang dari 12 jam. Ia kemudian menerima kewarganegaraan UEA beserta paspor untuk keluarganya.

Dikutip NadiKabar dari VN Express, Zhao mendirikan Binance tahun 2017, mengubahnya menjadi bursa kripto terbesar dunia berdasarkan volume perdagangan hanya dalam hitungan bulan.

November 2023, ia mengaku bersalah atas kegagalan perusahaannya mempertahankan program anti pencucian uang. Ia mundur dari CEO dan membayar denda USD 50 juta, sementara Binance menyetujui penyelesaian denda USD 4,3 miliar dengan otoritas AS.

Ia menjalani hukuman penjara empat bulan di Lompoc, California, pada 30 Mei 2024, dan dibebaskan 27 September. Hanya 26 menit setelah keluar dari tahanan, jet pribadinya langsung lepas landas menuju Abu Dhabi.