"Padamnya juga kita sudah konfirmasi sama beberapa rekan-rekan dari Dinas Perhubungan. Mereka menyampaikan akan segera berkoordinasi. Namun, faktanya sampai hari ini, lampu tidak hidup," sambung Utreck.

Selain itu, Utreck mengatakan bahwa jaringan internet di lokasi juga down saat massa tengah menyampaikan aspirasinya. Pihaknya menduga hal ini disengaja.

"Tapi kenapa rekan-rekan dari kepolisian ataupun Pemko Medan, kita sangat sayangkan, anggaran Kota Medan berapa? Bisa lampu tiba-tiba mati dan juga jaringan bisa dihilangkan. Ini ada apa? ketakutan?," sebutnya.

Pantauan NadiKabar, lampu dan jaringan internet untuk salah satu provider itu mati saat keluarga Winda tengah menyampaikan aspirasinya. Alhasil, keluarga menyampaikan aksi dengan penerangan seadanya.

Untuk diketahui, Winda Lorenza diduga bunuh diri dengan senjata api di rumah mertuanya atau orang tua Brigadir I di Kecamatan Medan Helvetia, Kota Medan, Minggu (2/8). Namun, pihak keluarga menilai ada banyak kejanggalan dalam kasus itu.