NADIKABAR.COM — Kreator konten Aron Ashab mengaku diculik dan disekap selama enam bulan di Tasik, Jawa Barat. Namun, kakak Aron, Gamyla, membantah adanya penculikan.

Cerita soal penculikan berawal ketika Aron mengunggah pengakuan dalam akun Instagram pribadinya pada 14 Oktober 2026. Dalam unggahan tersebut dia mengaku 'dipenjara'.

"Or bisa dibilang gw abis diculik trus dimasukin penjara. Penculikan bayaran yang dilakukan satu oknum dan difasilitasi preman preman kampretos yang sok keras berani nangkep gw pakai kekerasan, ngurung gw, nyiksa gw, gebukin gw maksa gw ini itu, dan ga fikir panjang kalo kali ini yang dia "garap" itu gw. Basically you chose the wrong motherfucker to mess with this time," tulis Aron dalam unggahannya.

Setelah ceritanya viral, Aron berkonsultasi dengan Sunan Kalijaga sebagai penasihat hukum. Sunan membenarkan Aron menghubungi dirinya untuk meminta bantuan.

Namun, pihak keluarga Aron, Gamyla Ashab, membuat klarifikasi soal pengakuan dari aktor dan kreator konten berusia 33 tahun itu. Dia menegaskan tidak ada penculikan.